Selasa, 06 Juni 2017

My disorder's still here. Don't know whether to be sad or happy

Damn, that's some scary ass title -_- Actually, I just want to do a follow-up on a post from 3 years ago where I first said of my disorder here. Yea, I suffer from impulsive book-buying disorder. I really do :| Here's some proof:

BELI MARET
BELI APRIL
BELI JUNI
BELI JUNI JUGA. HARI INI BANGET.
Ini belum sama buku-buku yang  saya beli awal tahun dan ga ada dalam foto. Nggg....

PARAAAAAH NGA NGERTI LAGI SAMA DIRI SENDIRI :((( SENANG TAPI SEDIH. The dilemma is real.... I mean, ya jelas senang, I love books. I always have. One of my lifelong goals is to have a library inside of my own house. Itung-itung ini buat investasi kan hwkwkw. Tapi sedihnya yaaaa... DUWIT MELAYANG. Gini emang kalau belum punya gaji tetap sendiri. Harus banyak pertimbangan. Ahhhh... Yawdahlahya. What's done is done :p

Buku-buku saya banyak yang hilang dan ketlingsut, karena selain saya orangnya pelupa dan tidak gemati (tapi itu dulu!!!), saya sempat pindah rumah dua kali. Dari rumah 1 ke rumah 2, dari rumah 2 balik lagi ke rumah 1. Karena pindahan inilah buku-buku saya cukup banyak yang raib. Sad, so saaad :'(

Semakin bertambah usia, saya jadi makin mikir (yha dulu kan mlz yha mikir-mikir lol anaknya emang bosok banget). Saya mulai lebih care dengan barang-barang yang saya miliki, merawat buku adalah salah satunya. Dulu mah ga punya itu namanya rak, seadanya banget. Tumpuk sana tumpuk sini. Sekarang udah nyicil punya rak 2, buku-buku saya kumpulkan lalu saya tata di sana. Tetapi tentu perasaan pedih dalam hati itu masih ada...... Buku-buku sayaaa yang hilang, ke mana kalian naaaaaak :'(( 

Seri Percy Jackson saya sekarang tinggal 3 dari 5 buku, entah yang dua ke mana. Harry Potter tinggal 1 dari 6 (belum sempat beli buku 7 heheh), baaaaajingan!! ....tapi ya salah saya sendiri deng. Buku 4, 5, 6 dulu masih ada tapi kena air hujan karena rumah bocor dan waktu itu dengan bodohnya saya simpan buku-buku itu di rak yang pas kena tetesan air hujan :( Lalu buku-buku tadi saya jemur di semacam space luas semi-tertutup depan rumah, trus malah ilang gatau dibuang mbak-mbak rewang ato gimana :'( INGIN MENANGOSSSS KARENA KEGOBLOKAN DIRI INI. Twilight ama Breaking Dawn peninggalan masa labil esempe juga gatau ke mana. Teenlit yang macem-macem itu juga mboooh. Dan lain-lain masih banyak ah kzl mikirnya dah ah T_T Pokoknya kalau ga ketlingsut atau hilang, ya dipinjam teman dan tidak dikembalikan. Ugh, inilah kenapa sekarang saya ragu untuk meminjamkan buku ke teman, kecuali teman yang memang benar-benar dekat.

Sekarang buku-buku harus tertata rapi dan terurus, wajib. Kalau ada yang pinjam, selalu saya catat. Yah, syukur usaha ini berjalan dengan cukup baik. Take a look at my bookshelves:

Buku-buku yang sudah saya baca. Rak paling atas tempat untuk menyimpan koleksi CD saya.
Semua buku di rak yang ini belum dibaca heheheheheheh,
masih ada juga cukup banyak di Sleman yang belum saya bawa pulang

Tahu buku yang belum dibaca masih seabrek, masiiiih juga nambah mulu. Ya beli sendiri, ya kado ultah dapet buku dari konco-konco. Tahun lalu dong, kadonya buku semuwa wqwq. Mana e-books yang juga segambreng... Dulu padahal anti banget baca e-books. Pernah saya tulis statement itu di post ini. Saya kutip:

But I'm just never into reading e-books. Never was, never will. Ya kalo buat baca modul sama jurnal masih mau, tapi untuk novel begini kalo nggak terpaksa ya mending enggak. I loooooove printed version of books. That paper smell... HMMMMM. --Denna, 2014

Now, I have no problem at all with reading e-books. Bahkan menurut saya lumayan menyenangkan, karena simple dan fleksibel. Hehehe, emang deh the only constant is change. Hati manusia siapa yang tahu. Oh, di post itu juga isinya saya cerita baru beli-beli buku. Haddeeeeh.... xD 

Ya piye yaaa. Tenan e, the temptation is real!! Megang buku rasanya adem hati ini... Saya mending uang buat beli buku ke mana-mana dibanding beli yang lain. That's why koleksi pakaian saya itu-itu doang ga nambah-nambah heheheheheh. Gatau ya, dari kecil sudah begitu. Sudah senang membaca. Pengaruh dari orangtua sih pastinya, dari umur belia dibelikannya buku. Mainnya ke perpusda, jaman sekolah kalo istirahat tongkrongannya di perpus lol. Sesuatu yang tidak akan pernah sedikitpun saya sesali! Bahkan, saya membuat akun di Goodreads pun sudah sejak tahun 2008, saat berumur 13 tahun. Saya ingat benar dulu bikinnya di warnet hwekekekek. 

Sekarang, sayangnya keadaan belum jauh berubah dari post tahun 2013 tadi. Aktivitas membaca saya berkurang dari tahun-tahun lalu, terkalahkan oleh aktivitas nonton TV series hehe. Tapi nonton TV series ini juga tidak saya sesali, karena sama-sama menambah pengetahuan dan membuat saya banyak belajar dari situ. Hanya beda media saja. 

Tahun ini pun saya sepertinya masih belum bisa membaca lebih banyak buku karena ada hal-hal dan tanggung jawab yang harus saya kerjakan dan selesaikan terlebih dahulu. Tidak mau muluk-muluk dengan target baca terlalu banyak, nanti malah tidak terpenuhi seperti tahun 2015 lalu, ugh sebal, jadi tidak dapat banner berhasil menyelesaikan target di Goodreads -_-

Tuh kan 2015 ga ada T_T

Tahun ini saya turunkan target dari 35 buku (yang saya targetkan awal tahun ini) jadi hanya 8 buku saja hahahahah. Saya menurunkan target setelah sadar bahwa tahun ini kemungkinan besar saya tidak bisa banyak membaca koleksi buku yang ada. Semoga tahun depan saya sudah selo dan bisa menyentuh buku-buku yang belum saya baca hwkwkw, amin! 

1 comments:

Jelena Ariella mengatakan...

Info nya mantap gan..
Jangan lupa kunjungi blog kami juga ya gan

Bandar Poker
Capsa Online"
Capsa Susun
Sakong Online
Bandar Q
Adu Q
Domino Q
DAFTAR

Posting Komentar

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates