Yes. Oh, yes. Akhirnya bisa nonton Banda Neira! Hehehehe, emang alesan utama nonton gig ini adalah mereka, tapi it turned out that performers lainnya pun bikin nagih dan ternganga. Kemaren malem adalah sebenar-benarnya salah satu malem paling awesome.
Beli tiketnya presale sih, yang udah kuceritain kemaren, jadi aku tinggal nuker aja. Berangkatnya jam 7 dari rumah, hehehe. Padahal katanya mulai jam setengah 7 tuh. Bener aja sik, waktu aku nyampe sana udah jam 8 kurang, dan ketinggalan Archiblues... Tapi pas banget, Boarding Room masih siap-siap mau perform. Ndak papa deh :|
Sebelom nonton Stomp Out, aku riset dulu dong band-band lain yang aku belom tau. Biar familiar dikit laaah sama apa yang bakal aku tonton huehue. Oiya aku kemaren nontonnya sama adekku. Untunglah dapet tempat bagus, ngga terlalu deket dan ngga terlalu jauh juga dari panggung.
Boarding Room ini katanya sih alirannya ngejazz gitu... Iya juga sih soalnya ada pemain terompet sama saxophone-nya.
 |
| Boarding Room Twitter |
Lagu pertama yang dibawain mereka adalah lagunya Naif yang judulnya Televisi. Mendukung tema acara ya mungkin, "Rhythm of Criticism". Di stage juga ada satu set televisi model lama sebage dekorasi. Okeee, Boarding Room membuka penampilan mereka dengan menyenangkan. Perpaduan pop dan jazz yang tidak asing di telinga. Lanjut lagu selanjutnya, Aku Cinta. Terus juga Terlambat, yang memberikan kesan syahdu dan
mellow uuuuuh... Habis itu satu
cover version lagi, Aku Di Sini Untukmu-nya Dewa 19. Dan lagu terakhir yang berjudul Happy, tapi aku ngga tau itu cover juga ato lagu mereka aslik.Waktu mereka
perform, di sebelahku banyak cewek yang neriakin nama pemain bass-nya gitu deh heboh banget -_____- Tapi
overall mereka keren :D
Dilanjut dengan Jalan Pulang yang mulai perform pukul 20.20. Aku udah nyoba dengerin lagu-lagu mereka, dan sukaaak! Favorit sih masih yang judulnya Jalan Pulang hehehehe.
 |
| Jalan Pulang Twitter |
Membuka dengan Sajak Perpisahan, Jalan Pulang totally mesmerized me! Apalagi vokalisnya maen harmonika jugak! Aaaaakkkk!!! I always have this soft spot for harmonica, so I totally felt hypnotized by them. Terus dilanjut Di Kota Ini. Woiya satu lagi yang bikin aku tambah suka sama mereka, mas vokalisnya yang lucu banget yang keliatan kayak grogi gitu di panggung huahuahuaaaaa... Kemudian dilanjut lagi Lelah, yang memberikan such an emotional atmosphere karena liriknya yang jeruuuuu :<
Habis ituuuu Lagu Berdua, yang liriknya diambil dari puisi karya Acep Zamzam Noor. Ini juga sukak nih! Nah lanjut lagi Apa Daya, terus Percakapan Tangis. Percakapan Tangis ini sempet bikin aku
excited banget, karena ternyata terinspirasi dari larik terakhir puisinya Sapardi Djoko Damono! Dan larik terakhir itu ternyata dari salah satu puisi yang aku suka banget, jadi aku langsung histeris waktu tau larik itu adalah "Dan karena hidup itu indah, aku menangis sepuas-puasnya." dari puisi Dalam Diriku yang pernah aku kutip buat
artikel konseptualku itu!! AAAAAAAAAAAAAAAAKKKKK! :'))))))) Langsung deh bertekad untuk beli CD mereka saat itu juga hihik.
Daaaaaan performance Jalan Pulang malem itu ditutup dengan lagu Jalan Pulang yang manis banget... Thank you, Jalan Pulang. Kalian amazing!
"Ke manapun aku kan pergi
Ku kan selalu pulang ke hatimu
Ke manapun aku kan berjalan
Ke pelukmulah ku kan singgah..."
Kemudian Rabu menguasai stage... Dengan lighting yang redup dan terkesan misterius, mulailah Rabu membius penonton dengan musiknya yang bernuansa space dan... Ambient?
 |
| Rabu Twitter |
Menurutku, Rabu ini alirannya paling beda sama yang lain. Sesuai dengan bio-nya di Soundcloud, "balada gelap terang atmosperik", lagu-lagu mereka pun memberikan nuansa gelap tapi tetep enak buat didengerin. Lagu pertama yang mereka bawain adalah Dru, yang bikin aku mikir mereka mirip-mirip band post-rock kayak God is An Astronaut, If These Trees Could Talk, dan yang lain-lain. Jadi aku nggak merasa asing sama musik mereka, karena aku suka banget musik-musik genre post-rock dan space-rock gitu.
Dilanjutkan dengan Semayam, Dalam Tidur, Baung (yang bikin penasaran karena ternyata baung adalah nama makhluk mistiknya Wonosari), Kereta Terakhir, Kemarau Bunda dan Iblis, Lingkar, dan terakhir yaitu Telaga Kasih. Walopun agak bikin ngantuk karena memberikan suasana yang syahdu memabukkan, Rabu
is cool and totally worth listening to! Cobalah donlot album mereka Renjana yang boleh diunduh secara legal dan tentu saja gratis
di sini.
Setelah ituuuu..... HUWAWAWAWAWWWW BANDA NEIRA!!!!
 |
| Banda Neira Twitter |
Akhirnyaaaa setelah sekian lama memendam perasaan menyesal ngga sempet nonton mereka waktu manggung di Jogja sebelum ini, aku bisa mengharu biru terlarut dalam musik ceria mereka yang begitu mengalir dan menghanyutkan. Banda Neira adalah Rara Sekar (xylophone) dan Ananda Badudu (gitar). Kemaren mereka ngebawain total 9 lagu huehehehehehehe. Bahagiyaaaaaaa!!!
Yak lagu pertama adalah Di Atas Kapal Kertas yang begitu riang, dilanjut dengan Senja di Jogjakarta yang aslinya berjudul Senja di Jakarta. Hahahahaha.Terus ada surprise juga, di lagu ketiga mereka kolaborasi sama musisi asal Jogja jebolan ISI, Mas Gardika Gigih (yang dulu pernah kutonton waktu FMT 2013). Mereka ngebawain Esok Pasti Jumpa (Kau Keluhkan), dengan Mas Gardika megang pianika. Lagu ini sedikit dimedley dengan Di Atas Kapal Kertas. Hmmmmmmh, so fun! Apalagi aku juga lemah sama pianika hahahaha. Dilanjut dengan Di Beranda, lagu yang emosional buat para mahasiswa perantau... Terus ada musikalisasi dari puisinya Subagio Sastrowardoyo yang judulnya Rindu, ini juga emosional karena nyeritain tentang hilangnya orang-orang waktu tragedi apa ya.... Ya itulah pokoknya (--,)
Habis itu mereka ngebawain satu lagu baruuuu yang judulnya Matahari Pagi. Penonton diajari ikut nyanyi juga waktu reffrain-nya. Gini reff-nya:
Matahari pagi, hangat dan menerangi dunia yang gelap
Hati yang dingin perlahan berganti menjadi bahagia
Gampang kaaaan? Hihihik semoga album barunya cepet jadiiii :p Naaaah lanjut lagi, Hujan di Mimpi!!!! Lagu favorit akoooooooh! Sing along doooong dengan bersemangatnya. Di lagu ini Mas Gardika perform lagi. Hehehehe, top abeeez. Habis itu lagu terakhir, Berjalan Lebih Jauh. Uuuuuuh, ditutup dengan begitu riang, ceria, dan manisnyaaaa... Etapik ternyata penonton ngga mau pulang, teriak-teriaklah kita minta encore. Dan ternyata mereka mauk perform encore! Huwaaaaakkk!! Lengkap sudah kebahagiyaan malam inih! :')))
Encore-nya adalah salah satu lagu baru juga katanya, musikalisasi puisi terakhirnya Chairil Anwar yang berjudul Derai-Derai Cemara. Puisi yang menurut mereka awalnya terlalu sakral buat diapa-apain. Tapi akhirnya tetep mereka bikin musikalisasi, dan hasilnya bener-bener syahdu mengharu biru.
Cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
Aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini
Hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah
 |
| Banda Neira Twitter |
Kemaren malem pokoknya amazing banget. All mesmerizing, hypnotizing, calming, soothing, entertaining, and awesome at the same time! Thank you banget buat para performers, dan Stomp Out-nya Komunikasi UGM yang udah bikin acara keren gini. Satu bentuk protes kritis terhadap mawutnya media kita dengan memberikan pentas musik yang begitu keren turah-turah. Maturnuwun 8'))
 |
| Oleh-oleh~~~ |