Yak, selain kesalahan gramatikal yang ada pada satu kata dalam gambar tersebut, yaitu cause yang seharusnya ditulis 'cause (rewel amat), gambar di atas terasa begitu damai dan menimbulkan perasaan nyaman di dada, ya? Jadi bikin keinget sama Layur juga.
Dua hari ini saya lalui dengan bermacam-macam perasaan dalam hati.
Like, seriously. Mengikuti serangkaian acara dalam rangka #MakrabMagenta2014 pada tanggal 10-11 Mei ini bener-bener bikin saya dapet banyak sekali pelajaran dan topik-topik personal maupun komunitas yang harus kembali saya kontemplasikan karena keterbatasan (yah lebih ke kebelumbisaan sih ya) saya pada aspek-aspek tertentu.
Sabtu kemaren saya sampai di Student Center UNY pukul 6 pagi kurang sedikit, dan ternyata yang dateng pun baru beberapa orang dan masih harus menunggu beberapa lama sebelum akhirnya kegiatan makrab dimulai.
Awalnya saya kira para CMC (Calon Magenta Crew) akan segera diberangkatkan menuju tempat makrab yang sesungguhnya, namun ternyata tidak, dan hal ini membuat saya merasa lebih
excited dan penasaran dengan apa saja yang akan para CMC hadapi dalam #MakrabMagenta2014 ini. Jadi sebelum kelompok-kelompok berangkat, panita mengadakan sebuah
game tebak lagu untuk mengundi kelompok mana yang akan berangkat duluan. Kelompok saya (Papua) berangkat pada urutan kesekian sehingga harus menunggu beberapa waktu. Oiya, uniknya #MakrabMagenta2014 yang lain adalah setiap kelompok makrab harus
selfie pada tiap pos untuk kemudian mengunggahnya ke Twitter.
 |
| Saya, Intan, Mbak Lia, Maleo, dan Shandy |
Kemudian kelompok saya pun berangkat setelah diberi secarik kertas berisikan petunjuk sebagai jalan agar kami bisa sampai ke tempat makrab. Oke, pada titik ini rasa
excited saya semakin menggebu-gebu karena kelihatannya makrab ini ke depannya akan sangat menarik.
Kami segera menuju ke tempat yang dimaksud petunjuk tadi, yaitu Perpustakaan UNY di samping rektorat untuk mendapatkan petunjuk selanjutnya. Setelah mengikuti petunjuk selanjutnya, CMC berkumpul di dekat gerbang masuk rektorat untuk menunggu datangnya alat transportasi menuju tempat makrab. Kami berangkat ke tempat makrab menggunakan bus.
Lokasi #MakrabMagenta2014 berada di Jln. Damai, yang masih termasuk kawasan Jln. Kaliurang KM 8,5. Lalu mulailah kami menjalani serangkaian kegiatan makrab kali ini. Diawali dengan melakukan hal-hal yang konyol dan embuh pada pos-nya Mbak Yola dan Mbak Chalida, kelompok kami mendapat hukuman untuk melakukan
twerking karena tidak mengetahui jawaban pertanyaan mereka.
Okay fine kami
twerking dengan nista -_-
Lalu berjalan lagi kelompok kami menuju lokasi pusat makrab untuk mengikuti pembukaan. Pembukaan dilakukan dengan cukup menarik juga, para CMC diperintah maju ke depan satu-satu untuk memperkenalkan diri namun sekaligus bermain Truth or Dare. Saya maju dan mendapat
dare untuk duet menyanyikan lagu "Jodohku" dengan salah satu
crew Magenta. Dan saya pun menyanyi dengan Mas Nasik, yang gagal total huehuehue kemudian saya dicoret menggunakan bedak putih.
Setelah acara perkenalan dan pembukaan selesai, para CMC dipersilakan untuk ishoma dan istirahat sebelum melanjutkan ke agenda selanjutnya. Agenda selanjutnya adalaaaah... Kompetisi antar kelompok. Masing-masing kelompok dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama adalah satu orang untuk lomba mencari koin menggunakan mulut, bagian kedua adalah satu orang untuk makan kerupuk, dan bagian ketiga adalah tiga orang untuk menangkap belut. Saya menjadi pencari koin.
Ternyata bagian saya adalah bagian yang
what-the-hell banget (kayaknya semua juga sih hehe) karena omaigat saya sampai sesak karena harus ngegoler-golerin muka saya di atas tepung demi mencari lima buah koin. Fak lah kotor pakaian saya. Mana ngga sengaja nelen tepung pula -_- Oke kemudian Maleo pun mulai makan kerupuk setelah saya berhasil, lalu setelah Maleo berhasil, Intan, Mbak Lia, dan Shandy mulai berlomba banyak-banyakan menangkap belut dengan kelompok lain. Kami sukses mendapat 10 belut yang ternyata sesuai dugaan kami, harus kami masak. Masak-memasaklah kami dengan rempongnya... Entah sebenarnya kami memasak apa, tumis belut atau semacamnya, tapi ternyata hasil makanan kami cukup enak huehuehue :9
Sehabis menyelesaikan acara makan malam dengan masakan masing-masing, listrik tiba-tiba mati, dan hal ini berjalan cukup lama sampai agenda selanjutnya tetap dilaksanakan dalam remang-remang cahaya lilin. Nah, agenda kali ini adalah bincang-bincang bersama alumni Magenta Radio! :D
Oya lampu kemudian menyala saat bincang-bincang baru dimulai sehingga para CMC bisa lebih khidmat mendengarkan kisah para alumni Magenta Radio yang sangat
awesome itu tentang sejarah Magenta dan cerita mereka saat masih aktif menjadi
crew Magenta. Sesi ini membuat saya berpikir banyak tentang Magenta, tentang diri saya, dan bagaimana ke depannya saya akan melakukan proses belajar di dalam Magenta ini. Benar-benar sesi yang mencerahkan, menohok, menginspirasi, memotivasi, membangun, dan lain sebagainya. Walaupun para CMC sudah pada kriyip-kriyip karena hari bertambah malam dan tenaga hampir terkuras habis, tapi
worth-it sekali pokoknya sesi bincang-bincang ini.
Agenda selanjutnya adalah pensi. Yak. Acara wajib dalam makrab ini ternyata tetap dilaksanakan walau hari benar-benar sudah larut. Hiks. Padahal saya berharap pensi ditiadakan T^T karena kelompok saya blasss belum latihan buat pensi ini. Kesibukan CMC dalam mempersiapkan satu acara Magenta yaitu Tour de Faculty menjadi faktor utama dalam ketidaksiapan kami akan pensi ini (alesan aja loooooo). Untungnya kami sudah membuat
script drama untuk pentas. Majulah kelompok kami dengan ketar-ketir dan pasrah...
Dan ternyata sakses! Muahahahahaha. Yah, bisa dibilang sangat sakses untuk ukuran kelompok yang belom latihan sama sekali. Bener-bener dadakan dan berdasarkan pada kemampuan improvisasi tentu saja. Heheheheheheheh. Bahagiyaaaa~
Setelah acara pensi berlangsung, saya kira para CMC akan dipersilakan untuk tidur dan bangun lagi nanti untuk jurit malam atau ESQ atau apalah itu, tapi ternyata tidak pemirsaaaaah. Penonton kecewa -___- langsung dilanjut dengan sesi Kamar Gelap dan Aku Ingin oleh mas-yang-saya-lupa-namanya yang jujur saja membuat rasa kantuk saya menggila. Badan saya juga sudah pegal sekali karena seharian minim istirahat. Setelah selesai sesi tersebut (sukak sesi Aku Ingin, soalnya musikalisasi puisinya Pak Sapardi yang kondyang itu diputer!) ternyata masih menanti pula agenda selanjutnya. Pengukuhan, saya kira.
Saya beruntung sekali karena saya mendapat giliran paling pertama, bersama Muthia dan Erwin, untuk melakukan sesi ini. Pengukuhan ini sebenarnya cukup sederhana, saya hanya berbincang-bincang sedikit dengan Mas Sobeh (alumni Magenta) tentang uneg-uneg dan apa saja yang saya rasakan selama dua bulan menjadi CMC, kemudian ikrar dalam hati akan komitmen saya untuk Magenta, kemudian menemui Mas Hari (Dirut Magenta) untuk dikukuhkan dan diresmikan sebagai
crew Magenta :)
Saya pun dipersilakan tidur, dan tentu saja kesempatan itu saya gunakan secara maksimal karena saya beruntung sekali bisa berada di kamar seawal itu.
Minggu paginya,
outbound~~ Para CMC kembali dibentuk kelompok dan berbeda dari kelompok sebelumnya, supaya lebih akrab satu sama lain. Lagi-lagi kelompok saya mendapat giliran yang agak terakhir, tapi ndak papa deh. Mulailah kami menjalani satu persatu pos dalam sesi
outbound tersebut... Asyik kok
games-nya. Gayeng dan ndagel pokoknya, bikin seneng :D
Akhirnya berakhir sudah
outbound hari iniiii... :'D
Mandi dan berkemas-kemaslah para
crew baru Magenta (IYA UDAH
CREW, KAN UDAH DILANTIIIIIK) untuk kembali pulang ke
kotamu ada setangkup haru dalam rindu rumah ataupun kos masing-masing. Eeeetapi masih ada satu sesi terakhir ternyata, yang dipegang oleh Mas Dicki, Mas Sobeh, dan Mas Ajit (?) (saya lupaaaaak). Sesi terakhir ini adalah sesi nyinyir lewat kertas.
Crew baru Magenta disuruh maju satu persatu untuk diajak sedikit berbincang kemudian
crew baru Magenta lainnya menuliskan kesan yang mereka dapatkan tentang orang tersebut dalam secarik kertas yang nantinya akan dibagikan kembali kepada masing-masing
crew baru Magenta. Yang paling saya inget dari sesi ini adalah saat Mas Dicki berteriak "Mantap maniaaa?!?" kemudian para
crew baru Magenta berteriak bersama "MANCIIIING!!" huahahahahaha jan ndagel tenan.
Waktu saya maju, ada sedikit cerita lucu juga.
Mas Dicki (
@dickimahardika yang femes itu loh, yang ternyata alumni Magenta): Kamuu mau tak panggil 'Faradienna', apa tak panggil 'sayang'?
Saya: ... #kemudianhening
Plis -___- Terus saya diajakin main dua kata juga sama mereka waktu di depan itu.
Mas Sobeh: Mantan itu
Mas-yang-saya-lupa-namanya-dikit (?): adalah anugerah
Saya: yang pahit
Mas Dicki: Kamu ngemut!?
Gubrak. Ngemut miatamuuuuuu maaaas hahaha asem konotasi ne parah coy. Ya tergantung otak
receiver guyonnya juga sih sebenernya hahahahaha. Kalo gua mah jaoh ke sana nyampenya :p
Setelah penutupan dan berfoto bersama, pulanglah para
crew Magenta... :D Ahhh, walaupun badan rasanya mrotholi dan ada beberapa kekecewaan sama beberapa bagian dari makrab ini, pelajaran dan pengalaman yang didapet dari #MakrabMagenta2014 jauuuuh lebih berharga sepertinya. Segala penat dan suntuk kuliah, persiapan Tour de Faculty yang bikin pusing, dan berbagai masalah lainnya sejenak terlupakan dan kami bisa menikmati makrab dengan bahagia.

Dengan berakhirnya #MakrabMagenta2014 hari ini, kami pulang dengan memikul kewajiban baru pada pundak kami. Kewajiban yang benar-benar harus sebisa mungkin kami jalankan dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran sekaligus keikhlasan yang begitu besar. Tetapi tentu saja hal ini tidaklah kemudian kami jadikan sebagai beban, karena melalui ini kami akan berproses dalam pengaktualisasian diri kami. Karena melalui ini pula kami akan dibentuk menjadi individu-individu baru yang lebih baik, lebih maju, lebih kompeten, dan siap menghadapi segala hal yang mungkin akan menghambat kami di masa depan. Magenta adalah proses belajar, dan tidak akan ada kerugian yang akan kami dapat dari suatu proses pembelajaran. Tidak akan ada. Saya yakin tentang hal itu.
Iya, masa depan Magenta Radio kini berada di tangan kami. Semoga kami (khususnya saya) dapat selalu menjaga keutuhan dan juga masa depan keluarga ini. Keluarga Magenta Radio. :D
Terima kasih saya ucapkan untuk keseluruhan panitia #MakrabMagenta2014
beserta alumni yang telah mengorbankan waktu dan tenaga
untuk mendedikasikan diri secara totalitas
demi kesuksesan acara ini.
Lokasi yang dipilih juga begitu wow, menyatu dengan alam, coy.
Mbak-mbak dan mas-mas keren banget pokoknya.
Thank you.