Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juli 2021

Is it that time of the year again?


Tahun lalu di waktu-waktu ini lagi ngapain ya saya... 

Masih di kantor lama, masih ngeshift seperti biasa. Masih menunggu-nunggu orang yang sama. Heheheheheheheh. Masih selalu dengan girang updet ke Junita kalau ada hal-hal anu xD

Tahun ini jelas sudah berbeda. Saya sudah tidak di kantor lama, tapi masih tetap ngeshift seperti biasa, sih. Dan sekarang saya sudah tidak lagi menunggu-nunggu orang yang dulu selalu saya tunggu, ngga tau juga pastinya sejak kapan saya tidak lagi maktratap kalau liat dia di timeline. Perhaps my heart's changed. Perhaps I've left all those feelings behind. Melepas perasaan saya ke semesta. 


...yang saat ini kok sepertinya malah balik lagi ya? 

Tapi tentu saja bukan dengan orang yang sama.

Tahun baru. Wajah baru. Orang-orang baru. Perasaan baru. Kecemasan baru. 



Kebiasaan memang kalo lagi ga ada yang bikin menganu, bingung. Eh tapi kalo ada, ntar jadi pusing sendiri. Kebayang diomelin Maila, 

"Gausah ngadi-ngadiiiii!"

Dah paling bener emang diem-diem aja aman sentosaaaaa. Etapi yo jenenge kenseeeeeer... Mana bisaaaaarrrghh.

Faded, into your charm
Couldn't do any harm
Lifted, above ground
No, I didn't see anyone

Oh, you're superfine
I can't pretend
Say what you will
I just don't mind


Sudahlah, sambil jalan lagi aja. Pikir keri. Setengah tahun pertama penuh dengan hal-hal baru, dan kerap kali baik. Di sisa tahun ini, akan ada apalagi ya? Semoga semua teman-teman saya sehat dan selalu dalam lindungan Gusti. Hari-hari ini, selain usaha, sepertinya doa adalah kunci. Mugi Gusti ngijabahi.

Mat pagy, mat beraktivity.


You're superfine, I can't pretend. Say what you will, I'll be around.

Minggu, 31 Januari 2021

What's up?

"Why can't I remember my old self in the past?
The past. When was that? The past.
When we met what kind of person was I?
I don't remember how I used to be. When I made a decision about something, I don't remember what's been on my mind. Why can't I remember it? It's scary."

Beberapa hari lalu baru menyelesaikan drama berjudul Be Melodramatic rekomendasi seorang teman. Dan salah satu tokohnya mengutarakan pertanyaan-pertanyaan tersebut pada dirinya sendiri in a retrospective manner. And I wonder..... (when I sing along with youuuuu~) Ngaaa deng wqwq. And I wonder,

25 years and my life is still
Tryin' to get up that great big hill of hope
For a destination

What kind of person was I? Why can't I remember it? Why can't I?

Unsplash

Ini bukan usaha pertama saya berusaha menulis kembali di blog ini setelah sekian lama, sebelumnya sudah beberapa kali saya memulai, namun selalu hanya berakhir dalam folder draf. Kemudian ketika saya membuka blog ini lagi dan melihat draf-draf tersebut, ada perasaan asing yang menyeruak ke permukaan. Saya... tidak terlalu ingat mengapa saya menulis draf tersebut. Tidak ingat bagaimana perasaan saya saat menuliskannya. Tidak ingat ada kejadian apa. Tidak ingat apa yang saya pikirkan saat mulai mengetiknya. Saya tidak ingat diri saya.

I don't know whether I'll be able to finish this one too, but let's just try for now. I think that's enough. As for those drafts, I won't let them go in vain so I'll post them right below here. So that when I actually manage to finish writing this very post, fingers crossed, I'll be able to look back and at least try to reminisce. Here goes nothing.

Selasa, 08 September 2020

lost years.

Hi. I haven't been back here since what, 2017? And by 'back', I mean reaaaaaally back, not just here to post some shitty, sometimes totally unnecessary updates about my non-existent love life. By which some of the posts basically were just copied from my other blog I created out of the trope I've been holding dear in my 25-years-long life, yes you read that right I am now 25 whatthefuckingfuck, but anyway yeah the I-romanticize-the-hell-outta-everything trope you all know so well. 

Mooooving on.

But that's the thing, though. Moving on. To move on. To move forward. Why do we only bring it up after we're faced with some fundamental and almost always but not every time, heartbreaking events--which even some might say, turning points in our life? I don't know, I'm not really in the right state to write anything longer than some paragraphs right now, but here's what I'll say for the moment:

Moving on is constant. It's always happening. We're always on the move, aren't we?


...am I?

We dreamt our pencil wrote backwards
We could look forward
To finding our lost year

I am scared. Utterly terrified. Don't give up. Don't give up. Don't give up.

Rabu, 19 Juli 2017

hello cold world

And if you're still breathing, you're the lucky ones
'Cause most of us are heaving through corrupted lungs
Setting fire to our insides for fun

Google

Well, there's no good way to say this, but here goes:

Selasa, 06 Juni 2017

My disorder's still here. Don't know whether to be sad or happy

Damn, that's some scary ass title -_- Actually, I just want to do a follow-up on a post from 3 years ago where I first said of my disorder here. Yea, I suffer from impulsive book-buying disorder. I really do :| Here's some proof:

BELI MARET
BELI APRIL
BELI JUNI
BELI JUNI JUGA. HARI INI BANGET.
Ini belum sama buku-buku yang  saya beli awal tahun dan ga ada dalam foto. Nggg....

PARAAAAAH NGA NGERTI LAGI SAMA DIRI SENDIRI :((( SENANG TAPI SEDIH. The dilemma is real.... I mean, ya jelas senang, I love books. I always have. One of my lifelong goals is to have a library inside of my own house. Itung-itung ini buat investasi kan hwkwkw. Tapi sedihnya yaaaa... DUWIT MELAYANG. Gini emang kalau belum punya gaji tetap sendiri. Harus banyak pertimbangan. Ahhhh... Yawdahlahya. What's done is done :p

Rabu, 01 Maret 2017

The Year 2016

What a grand title, no? But honestly, I don't even know if this post is gonna be that grand. Probably it's gonna come off more like a rant. Oh, well.

Google

Like how it was always used to be, I don't remember much of 2016. My memories suck so bad. But perhaps it's for the best, so that I won't remember all the horrible things that has happened. Anyway, I have been keeping notes. It's been for almost 2 years, and it helped a lot. My life becomes more organized and my objectives clearer. I'm on my fifth notebook now. So I'm gonna look back at my notebooks to aid me with this post.

Jumat, 22 April 2016

Ratu dan dayang-dayang

WHEN IN SEMARANG
saya mau unjuk jari tengah tapi gabole alhasil gitu posenya huft

Kamis, 31 Maret 2016

some...things


Google

Moving forward… It still sounds somewhat strange to me. I guess I’ve never really thought about it before. I am, nay, was the kind of person who would just go with the flow. I (used to) live for today and today only. Oh, dear... You're so naive.

Selasa, 12 Januari 2016

bukan resolusyen

weheartit.com

  • Movies: Watch at least 100. (come on, in 2015, you've watched more than 100 movies plus tons of those series' episodes, Den!)
  • Series: Finish everything I've downloaded.
  • Books: Menurunkan target dari tahun lalu 50 (yang hanya terpenuhi 43, fakkingsyit) menjadi 35 sajalah syukur-syukur lebih. (oya menyelesaikan semua belasan buku terbeli yang belom dibaca for God's sake!!)
  • Short stories: 15-ish...?
  • Places: Jakarta (plis masa mau 21 belom pernah ke ibukota isin sama pitik), Bandung lagi?, Surabaya? (minta si Upek doooong)
Apalagi ya ntahlah. See you in 2017, bukan resolusyen!

Rabu, 06 Januari 2016

ditulis di sela-sela

Gak motivated banget bacain bahan ujian buat makul EIT sama Educational Research deh bawaannya pengen nyelesein nonton BoJack Horseman sembari curling up in a fetal position. Tsk.
Anggap aja ini post pembuka 2016 yang sebenernya apaansi tapi yaudahlahyaw.

Speaking of 2016,

Rabu, 30 Desember 2015

turah-turahan

So much things happening I feel like I can't keep up (but I still did anyway). Niat sih dulu mau nulis post tentang gigs yang saya tonton, tapi apalah daya tinggal wacana. Prek banget. Mana makin ke sini makin jarang nonton gigs eeeew merasa renta gitu. Hhh, anyhoo, here's sedikit turah-turahan dari sebagian yang telah terlewati. Not in a particular order, I guess. 


Launching album Chick and Soup di Matchamu

Konser Tentang Rasa by Frau. (trimakasi banget Mas Gigih dan Mas Pepi!)

Sabtu, 14 November 2015

the inbetweener


“I crave space. It charges my batteries. It helps me breathe. Being around people can be so exhausting, because most of them love to take and barely know how to give. Except for a rare few.”
– Katie Kacvinsky
The one word to describe my being twenty is "exhilarating". It sure was one hell of a ride, and you know that even the best ride of your life can be as exhausting as much. I am no longer a teenager, not yet an adult. I'm somewhere in between. Like I've always been my entire life.

Looking back the past few months, I'm pretty sure there were some turning points. I've been doing a lot of thinking about that too. And I think it's necessary to write something here. I need to put my thoughts into writing. I need to get it all out of my system. It's sad to remember that it has been so long since the last time I wrote long posts, stories, or anything really. My laptop broke and I went to get it fixed few months ago. What an awful excuse, to temporarily stop writing just because of that one silly reason. I mean, I can still write through other media, right? Yea, I'm being unreasonable. I know.

But aside from my laptop, there were actually some other reasons. Reasons that I'm still trying to untangle myself from. So in this post I'm gonna be writing about certain things happening in my life and affecting it, in points. I'm not exactly a neat person, so these points won't be in particular order. Here goes.

Minggu, 18 Oktober 2015

Pedih nggak, Jenderal? (yay kayu manis!)

Wow, udah mau dua tahun aja rupanya sejak nonton mereka pertama kali. Berarti udah lebih lama lagi sejak saya biasa mendengarkan lagu-lagu D'Cinnamons religiously hahaha. Kali ini saya nonton bareng Dian lagi. #NggerusUnitedYK beraksi tuiiiip...




Saya sampai di venue mendekati jam 8 malam. Kebagian nonton Angklung FEB UGM, NawaEtnika, ESB Selection, Rekoneko dan Topeng Jazz. Edaaan... Performers sebelum D'Cinnamons ciamik semua! Pada beberapa bagian berasa nonton Ngayogjazz deeh, yah soalnya emang alirannya pada jazz gitu ada etnik-etnik dikit pula (walo nggak semua). 

Jumat, 25 September 2015

Wakinem's Chocolate pt. II: Green Monsters!


 “Chemically speaking, chocolate really is the world's perfect food. ”
― Michael Levine

Masih inget kaaan sama brand soklat baru dan inovatif Wakinem's Chocolate yang beberapa waktu lalu saya review? Nah, kalau kemarin saya me-review beberapa varian cokelat barnya, kali ini selain cokelat bar saya berkesempatan mengicip juga salah satu varian dari Wakinem's Jar of Hearts~ Asiiik ngemil ena ngemil ena~


Minggu, 30 Agustus 2015

Wakinem's Chocolate: Cokelat yang Sedang Naik Daun

What's the best first-aid kit after having contact with the awful dementors? Yea, it's CHOCOLATE!! (cokelat beneran loh bukan coklat sianjing coklat).

Google

Sejak lama, orang-orang suka ngemil cokelat. Karena cokelat memang merupakan jenis snack yang sangat populer di semua kalangan, saya suka juga dong pastinyaaaa... Heuheuheu. Maka ketika teman saya Saifulloh memulai usahanya berbisnis cokelat homemade buatan dia sendiri, saya cukup bersemangat menanti bagaimana rasa dari produk-produk yang ia keluarkan. Brand miliknya ia namakan Wakinem's Chocolate. Hari ini saya berkesempatan mengicip beberapa varian cokelat buatannya, termasuk beberapa yang baru. Sebenarnya saya sudah mengicip cokelat Wakinem beberapa kali, namun ya ngicip doang aja gitu, tidak ada niatan me-review. Nah, kali ini saya memutuskan akan mendedikasikan blogpost ini untuk memberikan review tentang Wakinem's Chocolate. Here goes.

Kamis, 30 April 2015

hail posrok


Google

Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best

I can go on writing (copy-paste, actually) it a few bit more
because it's entirely true. My favorite music genre is post-rock.
Always will, always has. I can listen to it all day without getting bored. 
The music is so ena ena. 

Addicting. Heartwarming. Heartbreaking. Mesmerizing. Hypnotic. Making me breathless. And on, and on...
It's like, semua mood masuk lah kalo dengerin post-rock,
pun sebaliknya. Musik post-rock buat segala macam situasi ada.
Gila lah. Ngga ngerti. Cinta banget. Gila.

The first time I am exposed to the genre was somewhere in my highschool year.
Begitu denger God is An Astronaut, 65daysofstatic, Maybeshewill, Hyakkei, etc etc
kemudian mabok. Donlotin semua mua diskografi. Merem melek. Ena banget.

Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best
Post-rock is just the best


Post-rock
is just the best....

Jumat, 24 April 2015

BDG dan KSSSH

Being an impulsive person that I am, I decided to hop on a train to Bandung to go see "Kita Sama-sama Suka Hujan" collaboration concert two weeks ago. Tapi bercanda. Ga segitu impulsifnya juga sih saya sampe impromptu langsung naek kereta hahahaha, udah ada sedikit rencana juga sebenernya :p Etapi ya tetep impulsif jugak waktu tiba-tiba udah beli tiket kereta aja saya PP Jogja-Bandung. Trus beli tiket konsernya. Trus excited. Trus takut. Trus deg-degan. Trus gitu deh.



And so berangkatlah saya ke Bandung via Stasiun Tugu di hari Jumat malam. Wah pokmen sangat-sangat mendebarkan sekali soalnya terakhir naik kereta itu udah lama banget dan itupun cuman ke Solo yang deket. Nah ini langsung 8 jam di kereta dong, mana sampainya subuh-subuh lagi ;_;

Di kereta ngga bisa tiduuur. Susah. Adaptasi mungkin jadi gitu yah sedih takut capek ntarnya tapi yasudalahyaw ndapapa. Sampe di Bandung pukul 4 pagi lebih sedikit, huiii ngeri tuip kek backpacker deh udah sumpe hihihi. Udara sejuk dingin menerpa wajah, dan desakan di kandung kemih memaksa untuk mampir toilet dulu (iki oposih rapenting. wes). Kemudian saya duduk-duduk di stasiun nunggu agak terang langitnya dan habis itu cawsss ke penginapannya Lia di daerah Dago atas.

Jadi, jan bejo sekali saya waktu ke Bandung, Lia juga lagi di Bandung. Jadi nggak kayak orang ilang gitu mau ngapain nunggu malem... Hahah. Lia lagi main juga sama temen-temennya gitu deh. Trus saya menumpang hidup sebentar pada mereka, nunut mandi di penginapan, dan nunut disupiri tamasya :p

Langsung kita menuju Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda!




Lanjut ke tujuan berikutnya, Lawangwangi Art Space.




Lawangwangi ini bagus biyangeeet tempatnya. Di daerah Lembang ya kalo ngga salah? Di atas gitu, bisa liat ke Bandung bawah yang berkabut. Ntap ngetz! Kita leyeh-leyeh dulu juga di kafenya~ And then kita turun buat makan di Mie Merapi trus waktunya saya berpisah dengan rombongan kekinian itu (hahahaha :p) dan memutuskan berjalan menuju suatu tempat. Yang ternyata jauh. Akhirnya ngangkot. Trus bingung SAYA DI MANAAA. Trus udah sampai di jalan yang saya cari tapi capek jalan trus mlz trus naksi ke ITB mengunjungi kawan esempe esema. H00vt (--,)/||

Di ITB kembali harus capek jalan lagi karena gede banget kampusnyaaa ;_; Ngobrol-ngobrol sama Ifa deh sambil merecharge diri dan hape karena lemas raga ini mz. Sore-sorean gitu deh. Sampai pada waktunya berangkat menuju venue konser "Kita Sama-sama Suka Hujan". Ngangkot ke sana, yha lumayan deket dari ITB mungkin sekitar 10 menit.

Kemudian akhirnya sampailah saya di Teater Tertutup Dago Tea House. Dan........... Malam yang saya tunggu-tunggu pun akan dimulai :)

Etapi bentar-bentar. Boleh lho dilihat dulu posting saya yang ini, heuheuheu. Itu adalah tulisan setelah menonton konser kolaborasi "Suara Awan" tahun lalu. Konser yang memulai segalanya, tsaahhh... Hahaha. Ya soalnya kan memang berawal dari konser itu, "Kita Sama-sama Hujan" ini diadakan.

Dah dibaca? Apah? Belom? GELUT WAE.




Anyways... Maka bertemulah saya dengan dua kawan last.fm, Rara dan Bhakti. Hwaaaa deg-degan dong, soalnya saya kan isinan banget takut awkward apa gimana gitu karena baru pertama kali ketemu. Waktu saya sampai mereka udah ngantri mau masuk gitu trus saya ngikut deh padahal antrinya panjang heuheu #MenolakAntri #terusdiantemi.

Kita ngobrol dikit terus cari tempat duduk deh... And then the show begins! Banda Neira, Layur, Gardika Gigih, and String Duo (Suta Suma & Jeremia Kimoshabe)!

Excited banget gilaaaak! Saya putuskan untuk tidak berurusan dengan hape saat konser dimulai. Gamau foto, gamau rekam. Saya cuma mau nikmatin musik. Udah. Gamau diganggu gugat. Banyak kok fotografer dan sie dokumentasi, ntar juga diaplot (sila cek yutub).


shutterbeater.com

*sesek rak iso ambegan* *semaput*

Yha, konser kolaborasi "Kita Sama-sama Suka Hujan" malam itu mematikan sekali. Saya kira sedikit lebih breathtaking daripada yang "Suara Awan" (yang top juga kok tapi, soalnya venuenya yang di Tembi itu nilai plus banget hhe). KSSSH (dibaca kisssh kata mb Rara Sekar) ini lebih bagus, karena lebih terorganisir, latiannya juga matang dengan konsep yang apik dan rapi. Nah kalau yang di SA kan itu dadakan dan mereka pun baru bener-bener tatap muka seminggu sebelum konser.

Total lagu yang dibawakan ada sekitar 15-16, itu sudah dengan encore "Di Atas Kapal Kertas" yang lucuk ndagel tapik tetep enchanting hihik. Rara Sekar di vokal dan xylophone, Ananda Badudu di gitar-vokal-sedikit tetabuhan, Layur di vokal-gitar-tetabuhan-soundscape, Gardika Gigih di keyboard-piano-pianika, Suta Suma di violin dan Jeremia Kimoshabe di cello. Setlistnya sangar lah anjir. Karena saya ga buka hape untuk mencatat di notes saya lupa-lupa ingat hehe maapken, tapi kalau menurut pamflet yang diberikan, lagu-lagunya (lebih ke komposisi kali ye :p) ada: “Hujan dan Pertemuan”, “Prelude”, “Hujan di Mimpi”, “Tenggelam”, “Suara Awan”, “Langit dan Laut”, “Dawn”, “Ocean Whisper”, “Derai-Derai Cemara”, “I’ll Take You Home”, “Labuh”, “Beranda”, “Dan Hujan” dan “Are You Awake”.

Saya ragu soalnya saya ga ingat nomor "Beranda" dimainkan heheh. Entah saya beneran lupa atau gimana, yah pokoknya selain satu lagu itu saya ingat semuanya :'D

Oh ya itu yang pake bold adalah lagu-lagu yang dimainkan dengan biyagus buwangettt pol mentok-turah-turah (tapi menurut saya heuheu)!! Sepanjang konser cuman senyum-senyum ga jelas saking terpesonanya deh. Ngekek rauwis-uwis juga deng karena para performers di atas panggung isinya cuman ndagel ke sana kemari :3

 And so, to sum up the whole night: Again, heavenly. :)



shutterbeater.com

Setelah selesai sayang sekali ngga sempat ketemu para performers karena nanti kemalaman, kita langsung pulang dari venue. Mampir makan di mekdi sampai tengah malam bersama kawan-kawan baru. Kemudian pulang......




Terima kasih "Kita Sama-sama Suka Hujan"! Terima kasih Bandung! Terima kasih Lia dan kawan-kawan! Terima kasih Rara dan Bhakti! Semoga kita bisa segera bersua kembali ya kalau kalian main ke Jogja! Semoga kamu suka (semacam) buah tangan yang saya bawakan ya, Ra. Hahaha. Buat Bhakti kapan-kapan kalau ada sablonase Layur deh gantian saya sablonin kaos :p





Iya, ini post telat banget. Mana gaje. Terus embuh banget.
Iya, kangen Bandung.
Iya......

Sabtu, 04 April 2015

Semalam didongengi @LELAGU_

Menyambut wiken panjang, enaknya nonton gig andalan dong~


Heuheuheu, yep, saya menyang nonton Lelagu #14 semalam bersama kawan-kawan. Jadi sebenernya Lelagu kali ini seharusnya diadakan minggu lalu tanggal 27 Maret tapi karena ada sedikit halangan makanya diundur jadi semalam. Dan malah merupakan suatu keberuntungan tersendiri buat saya, karena kalo jadi diadakan minggu lalu saya ngga bakal bisa nonton :|

Wes wes~ Pokmen kemudian saya malam tadi berangkat menuju Kedai Kebun Forum untuk kembali menikmati Lelagu yang pastinya syahdu~ Uwopooo. Agak hujan sedikit bikin klebus rapopo ramasalah. Sampai di sana sudah ada dua makhluk menunggu yaitu si Fajek dan Mas Nasik. Kita sregep banget co, soalnya jan isih sepi venue-nya. Tapi karena kita takut ntar kalo telat kebak biyanget (dan memang kemudian betulan kebak biyanget pol mentok) makanya kita berangkat gasik hehe dan emang tepat sekali keputusan kita karena waktu nyablon pun kaos kita jadi rampung duluan. Ena' to ena' to~


@LELAGU_

Alasan nonton Lelagu kali ini adalaaaah... Trio Gigih-Layur-Jimi dong!! Heheheheh. Mbak Frau juga kok tapi rapatio maapken y mb ku suda terlalu sering nonton u, gantian :p Setelah nonton mereka di AntroFest lalu, saya masih bersemangat kalo suruh nonton mereka lagi, ya jadilah fufufufu~ Oya, ini juga buat pelipur lara ndak bisa nonton Banda Neira di Southfest karena sesuwatuk :((


All photos by @fajipratama
Bertajuk "Si Kancil dan Kurcaci Raksasa", Lelagu #10 ini berkeinginan membawa para penontonnya kedalam atmosfer "dedongengan". Bentar bentar, saya kutip dulu kata-katanya Mbak Gisa dari sini:

"...kami jadi ingin mengusung tema dedongengan. kami ingin menampilkan kesenangan akan cerita-cerita yang kerap kita dengar waktu kecil. Kami percaya keajaiban dongeng kerap kali masih terperangkap dalam diri kita walau kita telah dewasa. Para penampil yang kami pilih adalah mereka yang karyanya membuat kami terkenang kembali akan si kancil, kurcaci, raksasa, putri-putri cantik, kastil yang dijaga naga, dan makhluk-makhluk lain dari negeri dongeng.."

Waa mantap to! Kemudian tampil performer pertama malam itu, ada Sphinxter, yang merupakan projek solo Zacharias Szumer, memainkan shoegaze. Dia berkolaborasi dengan perupa Ru Ru dalam memvisualisasikan musiknya. Sphinxter memainkan beberapa nomor lagu malam itu, sekitar 6-8 lagu yang atmosfer 'space'-nya kental dan begitu terasa. Ada lagu-lagu seperti "Glistening Night (Ant Elephant)", "All Things Great and Small", "Satellite", "Distill", dan beberapa lagu dari film-film Disney. Asyiik lah, apalagi visualisasi dari Ru Ru juga dapet 'feel'-nya.

Sphinxter x Ru Ru

Nah habis ituuuu waktunya sendu-sendu bersama tiga mz-mz syahdu~~ Mz Gardika Gigih sang pianist, Mz Pepi Layur sang (apa ya? kalau kemarin sih gitar hehe) guitarist, dan Mz Jimi sang cellist. Mereka membawakan total lima lagu kalo ndak salah ya, seperti "Dawn" dan "The Ocean Whisper"-nya Layur, "Kereta Senja" dan medley "I'll Take You Home" dengan "Tenggelam"-nya Gigih. Musik mereka divisualisasikan oleh Kahfi Eska Yusac dengan gambar-gambarnya yang ciamik abis! Sukaaak!

Emang deh ngga ada yang bisa ngalahin kalo ketiga mz-mz ini dah fusion menjadi satuk. Hauntingly beautiful! Harmonisasi masing-masing instrumen yang ada bener-bener bikin kepayaaang~ Hhe. The thing about them is, you can feel their souls just by listening to their music. I mean, they play so heartfully it hurts. Duh, atiku entek deh pokoknya. Kalo mereka perform lagi, koe koe koe dan koe tep kudu nonton.

Cek sonklot mereka dech di sini --> Mz Gigih | Mz Pepi Layur | Mz Jimi 

Gigih-Layur-Jimi x Kahfi

Kemudian sampailah di penghujung acara, kita tampilnyaaa... Frau! Tampak manis dan anggun seperti biasa, Mbak Lani malam itu berkolaborasi dengan perupa Restu Ratnaningtyas. Dalam penampilan kemarin Frau membawakan 3 lagu respon terhadap karya seninya Mbak Restu dan sebaliknya. Jadi ganti-gantian. Hasilnya? Kereeeeen! Ini kemarin ada teaser-nya.



Frau menampilkan total tujuh nomor lagu di Lelagu #14 kali ini. Lagu dia sendiri ada "Water", "I'm a Sir", dan rendition versi dia dari "Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa"-nya Melancholic Bitch seperti biasa. Dan untuk responnya kepada karya seni Mbak Restu ada "Sembunyi", "The Butcher - Tukang Jagal" dan "Negentropy 5 in E Minor".

Frau x Restu Ratnaningtyas

Pulang-pulang dapat apaaaa? Selain dapet sablonan kawos baru, dapet senang dong pastinyaaaak~ Uwuwuwuwuw~ Terima kasih saya ucapken kepada para tim Lelagu, di antaranya ada Mbak Adel (yang sekalian menyampaikan titipan dari FFWD Records untuk Magenta. trims CD Mocca-nya! hehe). Pokoknya keren bangetz deh Lelagu #14, suasana 'dedongengan'-nya berhasil ngena hasil dari semua kolaborasi line-up dan perupa malam itu. Saksees~

Ngga lupa thanks so much juga pastinya buat para musisi dan perupanya yang bikin semalam jadi seru, kalo kata Wayne's World-nya SNL, I'm not worthy! I'm not worthy! Awesome lah kalian semua. Hahahaha. 

Sempet ada suatu hal yang cukup lucu (?) atau aneh atau apalah itu haha. Jadi kan waktu saya belom masuk ke venue, masih di bawah gitu, Mz Pepi sama Mz Gigih lewat tuh. Nah saya panggil aja deh Mz Pepi sosoan kenal seperti biyasak wkwk. Ee terus pas udah di atas, tiba-tiba disamperin Mz Gigih dia panggil "Din," gitu apa ya kalo ga salah. Lha kan saya bingung, tapi ya saya say hi juga. Trus dia bilang "Tadi udah ketemu Pepi yaa?" dan saya cuma ber-hehahehe ria. Trus ngobrol dikit deh sama dia masih dengan bertanya-tanya, ini apa Mz Gigih beneran inget dan mengenali saya (dari sini mungkin?) atau dia kira saya orang lain yah hahahaha entahlah....... (kemungkinan besar bisa salah orang juga tuh :p soalnya saya suka kaget kalo ada orang kenal sama saya ha ha ha..)




Anyhow..
Nih saya aplotin dua audio hasil ngrekam Frau semalam. Duh sayang ngga ngrekam waktu trio GLJ maen. Soalnya terlalu terhipnotis, heavenly banget heuheu. Cheers.









Nih juga ada "The Ocean Whisper"-nya Layur. Just because saya sempet terpana sebentar dengan peformance GLJ saat membawakan lagu ini dengan visualisasi dari Kahfi yang... Exceptionally cool and..quirky?

//

and now i'm here still lost on you
but can i feel the lovely skin from back of you?
and now i seen that skies not blue
//

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates