Heavenly.
Itu adalah satu kata yang paling cocok untuk menggambarkan suasana konser kolaborasi Banda Neira, Layur, dan Gardika Gigih Pradipta kemaren Sabtu. Iya, surgawi banget menurut saya. Sepanjang konser saya hanya bisa merasakan haru penuh yang melesak-lesak dalam dada. Gila, Suara Awan was so beautiful it hurts.
![]() |
Karena saya sukaaaa banget sama musiknya Layur dan Banda Neira (belakangan ketambahan Mas Gigih juga sejak Stomp Out), jelas nggak pengen kelewatan nonton dong. Seminggu sebelumnya saya sukses mendapatkan undangan ke konser Suara Awan, dan saya beruntung banget bisa jadi salah seorang yang menyaksikan pertunjukan musik yang begitu awesome, sweet, heartwarming, and heartbreaking all at the same time.
![]() |
Suara Awan dimulai tepat pukul 8 malam. Waktu saya sampai ke venue, sudah ada Mas Layur (Febriann Mohammad) yang sudah bersiap-siap di atas stage. Dimainkanlah lagu pertama, Are You Awake?-nya Layur. Sembari lagu mengalun, masuklah satu-satu Mas Gardika Gigih, Mbak Rara Sekar, dan Mas Ananda Badudu yang langsung memainkan bagian mereka. Dan anjir, saya nangis. Saking indahnya Are You Awake? ini. Serius. Emosi saya tumpah, padahal masih lagu pertama. Damn...
Kemudian datenglah tiga orang mas-mas ngganteng yang langsung pegang cello dan violin, yaitu Mas Jeremiah, Mas Alfian, dan Mas Suta Suma. Nah, Mas Jeremiah sama Mas Alfian ini anggota Bad Cellist, yang dulu pernah saya tonton di Fombi. Ternyata lagu pertama tadi langsung dimedley sama Kereta Senja-nya Mas Gigih.
Lagu ketiga yaitu lagu favorit saya waktu pertama mengenal Banda Neira, Hujan di Mimpi. Dibawakan dengan aransemen yang berbeda dari biasanya, terdengar begitu syahdu~ Setelah itu lagu baru mereka yang dinyanyikan pertama kali di Stomp Out, Matahari Pagi. Saya sempet nyatet liriknya, tapi ketinggalan terus mutung deh huehuehue. Tak apaaaa. Lagu selanjutnya juga lagu baru mereka niih, judulnya Hal-Hal yang Tak Kita Bicarakan. Kalo yang ini saya sempet nyatet reff-nya (sepertinya). Begini:
Langit dan laut, dan hal-hal yang tak kita bicarakan
Langit dan laut, dan hal-hal yang tak kita bicarakan
Biar jadi rahasia, menyublim ke udara
Hirup dan sesakkan jiwa
Begitu kalo nggak salah yaaa. Woghiya, sebelum nyanyi lagu itu mereka sempet mau salah lagu awalnya, dikira lagu selanjutnya Derai-Derai Cemara. Penonton pada ketawa deh gara-gara Mbak Rara. Nah, habis itu ada lagunya Mas Gigih dengan vokal dari Banda Neira, Tenggelam (yang liriknya "Tenggelam ke dalam lamunan sebuah perjalanan" gitu diulang terus hihi).
![]() |
Setelah tenggelam ke dalam sendu dan syahdu, penonton diajak hanyut bersama lagu Hujan dan Pertemuan-nya Mas Gigih yang enerjik dan ceria. Permainan lampunya pun asoy! Bikin lebih dapet feel-nya. Penonton juga pada ikut tepuk tangan sepanjang lagu. Barulah setelah lagu itu, dibawakan Derai-Derai Cemara yang liriknya dari puisi terakhir Chairil Anwar. Tentu saja, bikin merinding. In a good way, pastinya.
Kemudian I'll Take You Home-nya Mas Gigih yang merdu dan lembut... Dilanjut dengan lagu terakhir, Suara Awan, lagunya Mas Layur yang dijadikan nama konser kolaborasi ini. Eargasm banget pokoknya malam ini!
Terus Mas Nanda akustikan Berjalan Lebih Jauh, tapi nggak nyanyi, dia memperkenalkan para performers Suara Awan malam itu satu persatu. Tapi ya akhirnya nyanyiin reff-nya sik, bareng-bareng sama penonton. Saya dengan bahagia ikut sing-along dong tentunya. Aihhh, konser sudah berakhir :(
Eits, karena penonton pada nggak pulang-pulang, dibawakanlah encore, Di Atas Kapal Kertas! Wuhuihuihui, sedaaap! :"> Tapi... Setelah lagu encore berakhir pun penonton masih ngeyel nggak pulang-pulang. Dikasih lagi lah encore kedua, ngulang Are You Awake? lagu pertama tadi. Hahahahahaha :D dan setelah lagu yang ini selesai, penonton barulah mau beranjak pulang.
Konser rahasia (mengutip Mbak Rara) ini sebentar bangeeet hiks. Tapi ya maklum juga wong acaranya gratisan dan memang dimaksudkan eksklusif, nggak besar-besaran. It's okay though, karena saya merasa puas banget kemaren. Menonton Banda Neira, Layur, Gardika Gigih, dan String Trio di Amphiteather Rumah Budaya Tembi, di bawah langit penuh bintang, dikelilingi hamparan luas sawah yang menambah damai dan manis suasana malam itu, siapa coba yang bakalan nggak trenyuh atine? :')
Maturnuwun banget buat konser kecil yang menghangatkan hati kemaren wahai Banda Neira, Layur, Gardika Gigih, dan String Trio. Kalian istimewa. Musik kalian begitu menggugah, inspiratif, mendamaikan, dan saya cinta banget pokoknya. Membuat saya terbang mengangkasa, melayang di antara bintang-bintang, kemudian turun kembali ke bumi dengan hati yang begitu bahagia. Beginilah seharusnya musik berkualitas Indonesia! Semoga mereka dapat terus berkarya dan tambah dihargai semakin banyak orang. :)
![]() |
| Oleh-oleh... |





