Minggu, 31 Januari 2021

What's up?

"Why can't I remember my old self in the past?
The past. When was that? The past.
When we met what kind of person was I?
I don't remember how I used to be. When I made a decision about something, I don't remember what's been on my mind. Why can't I remember it? It's scary."

Beberapa hari lalu baru menyelesaikan drama berjudul Be Melodramatic rekomendasi seorang teman. Dan salah satu tokohnya mengutarakan pertanyaan-pertanyaan tersebut pada dirinya sendiri in a retrospective manner. And I wonder..... (when I sing along with youuuuu~) Ngaaa deng wqwq. And I wonder,

25 years and my life is still
Tryin' to get up that great big hill of hope
For a destination

What kind of person was I? Why can't I remember it? Why can't I?

Unsplash

Ini bukan usaha pertama saya berusaha menulis kembali di blog ini setelah sekian lama, sebelumnya sudah beberapa kali saya memulai, namun selalu hanya berakhir dalam folder draf. Kemudian ketika saya membuka blog ini lagi dan melihat draf-draf tersebut, ada perasaan asing yang menyeruak ke permukaan. Saya... tidak terlalu ingat mengapa saya menulis draf tersebut. Tidak ingat bagaimana perasaan saya saat menuliskannya. Tidak ingat ada kejadian apa. Tidak ingat apa yang saya pikirkan saat mulai mengetiknya. Saya tidak ingat diri saya.

I don't know whether I'll be able to finish this one too, but let's just try for now. I think that's enough. As for those drafts, I won't let them go in vain so I'll post them right below here. So that when I actually manage to finish writing this very post, fingers crossed, I'll be able to look back and at least try to reminisce. Here goes nothing.

---

Thu, Sep 27 2018
my love

So I just saw Fantastic Beasts 2's final trailer and I legit teared up I'm not even kidding. Bener-bener banjir emosi, nga ngerty lagi. Merinding lach sepanjang trailer itu, gilaaaa. And why is that? What's with all the excitement? Yha mungkin jawabannya sama dengan ratusan juta orang lain di seluruh dunia, that is because the Harry Potter franchise is the very definition of my childhood. Dan dengan 'childhood' tu maksudnya beneran masa kecil, bukan masa remaja. Eh ya tapi masa remaja juga termasuk deng...

Saya dikenalkan pada seri Harry Potter oleh orangtua saya, pada suatu pagi di tahun 2002 setelah mendapat kabar baik bahwa saya dapat rank 1 di kelas. Saya baru menerima rapor kelas satu, usia saya baru mau masuk 7 tahun hehe. Dan mereka memberi kado kenaikan kelas buku pertama seri tersebut, Harry Potter and The Sorcerer's Stone. Kalau ditanya kenapa mereka terpikir memberikan kado buku itu, jawabannya ya karena saya sudah menampakkan gelagat senang membaca di umur semuda itu. Mereka ingin agar saya meneruskan kegemaran membaca sampai seterusnya.

---

Thu, Sep 12 2019
Even if it kills me.

Oh dear God, it's been what, 2 whole years since I last wrote something remotely resembling a self-reflection? Yeah well I guess that's what happen when you...umm, grow up? Nah, not really. In my defense, a lot of things have happened in these 2 years. Like, A LOT. And you know me, I'm one forgetful little bitch, so forgive me if my memories fail me while I'm trying my best to self-reflect.

Ok, so... 2017, huh? 2017 was one hell of a ride, I tell ya. 

---

Thu, Oct 8 2020
untitled

Hi, again. Quick updates.

So, first thing's first, I successfully managed to drag my a$$ to finally--thank all the Gods--graduate back in 2018. Whoa, has it been that long, already? Who would've thought, huh? Certainly not me.

---

Thu, Oct 8 2020
Taek's Room

Kemarin baru saja menyelesaikan Reply 1988 rekomendasi seorang kawan baik. Duluuuu sekali pernah coba nonton, tapi nggak berhasil hehe. Baru satu episot nyerah, karena dulu jemawa merasa tiap-tiap episodenya kok souweeee biyanget 1,5 jam?? Sekate-kateee, wis koyok nonton sak film waeee. Kemudian drama tersebut lama saya tinggalkan, sampai suatu hari di tahun 2020 ini. Judul itu naik kembali ke permukaan. 

---

Aaaaand, we're back. Huh. Seems like there's a pattern, no? I probably should avoid writing on Thursdays in the future lol. It's Sunday now, so we're safe ;)

Oke. Seperti salah satu draf di atas, saya akhirnya, hamdalah hallelujah, berhasil menyelesaikan S1 di akhir tahun 2018 lalu. Saat ini jika menilik ke belakang, it was all a blur. Saya sendiri masih nggak yakin gimana kok akhirnya bisa lulus. Asli. Mbuh piye carane wqwq. Setelah setahun lebih berkubang dalam segala kegelapan dan krisis eksistensial yang--saat itu rasanya seperti--tiada berujung, saya berhasil micek di tengah riuhnya GOR UNY, di antara ratusan wisudawan! Yo piye meneh ngantuk biyanget tuwip, waktu itu kayaknya semalaman hampir nga bisa tidur, cuma berhasil merem sekitar 2-3 jam aja. Di hari itu juga akhirnya saya mendapat jawaban dari Oom L hehehe, bahwa perasaan saya buat dia diterima, tetapi harapannya tidak. 

Oom: kowe nek enek sing mbo senengi neng kampus, gek ndang ditembak. momen koyo ngene ki. wes genah dadi bojo
Saya: lho iki brarti tenan aku mbok tolak? wkwkwk
Oom: cintane ora, harapanmu sing tak tolak. eman kowe aku. karo wong koyo aku ngene, pintermu

Ditutup dengan him being him,"coba golek es batu sek, dikompres ng bathuk ngko nek uwis bar wisuda." Wqwqwq menulis ini saya jadi kangen ngobrol sama makhluk satu itu. Kowe apakabar mbuttttt??? Meh ngechat rak iso, wes randuwe kontakmu wqwq wes mbok prekke sakpole jugak. Terakhir kali kapan ya ngobrol ama kowe... Sudah berbulan-bulan yang lalu. Lamaaaaaa sekali. Nek mbuhpiye kowe iso moco post iki, salam kangen dari your Cancerian Arale :3 Nek cape, lereno :)

We'd go down to the rides on East Parade
By the lights of the Palace Arcade
And watch night coming down on the Sovereign Light Café
Tsuki ga Kirei


Setelah wisuda saya nggak langsung dapat kerja karena masih dilema apakah mau menerapkan pendidikan yang sudah saya tempuh 5 tahun atau mencoba hal yang baru sama sekali. Sempat ngajar les privat selama beberapa bulan sebelum akhirnya mendapat my very first official paying job di sebuah startup di selatan Yojo sebagai helpdesk staff. Jadi yaaaa, I guess mencoba hal baru it is wqwq. Tentang pekerjaan... Semakin ke sini sepertinya saya semakin lossssske. Segala kesombongan, idealisme, dan mimpi masa muda terbang menghilang. Honestly, I don't really care what the job is, as long as I get stable income, I won't mind. Agak terdengar seperti orang yang sudah menyerah ya wgwgwgwg tapi nga kok, memang dari dulu pun saya bukan orang yang ambisius. Sepanjang 25 tahun hidup saya, (ASYUUUUUU TAUN IKI AKAN MENJADI 26), saya bisa terus berjalan karena alhamdulillach dikasi kabegjan here and there kalih Gusti. 

Saya ngantor selama setahun lebih sedikit di kantor pertama saya, dari Juni 2019 sampai Agustus 2020. Kantor pertama saya sungguh.... menyenangkan. Bejo banget pertama kerja langsung di sana. Usai lebaran 2019 saya mendaftar program internship dari JobStreet di kantor tersebut, mau mencoba daftar full-time job kok koyone isih kurang pengalaman dan ngga yakin keterima, hayowes njajal magang sik ja. Prosesnya cepet banget, hari ini daftar, besoknya dapet panggilan interview. Di hari-H interview saya ada agenda ke Kaliurang dulu paginya untuk kumpul di rumah my ex-boss bersama teman-teman dari kerjaan part-time saya yang dulu, jadi dari mBantul saya naik ke Kaliurang, lalu turun lagi ke selatan, sungguh seharian nyebrangi negoro. Dan waktu interview... saya nggak 100% sober wqwqwqwqwq karena waktu kumpul sempat mimik dikit. Dikiiiit aja kok wqwq tapi jangan dicontoh ya drink and drive di siang bolong pula wqwqwqwq maap. Jadi saya nggak yakin-yakin amat bakal lolos interview karena sudahlah datengnya tipsy, wawancara juga nggak segitu meyakinkan. Tapi sepertinya memang yang nggak diharap-harapkan banget justru biasanya malah kejadian yyyyy. Diterimalah saya untuk magang di situ, and the rest is history.

Dead Dead Demon's Dededede Destruction (Inio Asano)

I loved my old job so much. The company, meh, not that much, but the job description and work-life balance were sooooooo goooooooood. I love all my friends there. They're the best colleagues one could ever hope for. And I feel like I was good at my job. Udu jemawa po piye nderrrr, tapi ya memang saya merasa cocok dengan work load dan tingkat kesulitannya. Kontrak magang saya 3 bulan, dan dalam 1 bulan saya ditawari jadi pegawai tetap. Kemudian setelah setengah tahun, saya diangkat jadi Shift Leader. I was doing great, and dare I say... kinda thriving. I was pretty content. Work felt like play, believe it or not. Malam saya mimik-mimik pulang pagi, siang lanjut ngeshift gasssss tak mangkati ramasalah. Konco-konco gacor poool ambyar kabeh, hhhhhhh kgn. And this is where the 'but' comes... Hahahah. But, you get some you lose some. Di satu sisi begini, di sisi lain begitu. You know, just how life always is. 

Setelah 1 tahun, didorong satu dan lain hal, saya memutuskan untuk iseng saja mencoba daftar di perusahaan lain. Saya hanya daftar di satu perusahaan, tidak actively seeking other job vacancies. Eh lha ndilalah langsung dapet respon. Yowes saya lanjut gass aja, ikut semua proses recruitmentnya sampai akhir dan.... hamdalah hallelujah langsung keterima. The whole process was so fast half the time I didn't even know what was going on. It was...exhilarating. I was utterly terrified but also excited for the future. For what'll come my way. Tapi di waktu bersamaan juga, sedih. Sedih sekali. 

Saat itu saya baru mulai dekat dengan seorang kawan kantor, baru mulai bisa terbuka secara emosional, dan merasa lebih akrab dengan orang tersebut--sebut saja Ju wwgwgwgw. Haaaaaaaaahhh nek ngelingi tep sedeh tekan saiki. Saya tidak segitu mudah terbuka dan dekat dengan orang, dengan Ju butuh waktu berbulan-bulan sampai akhirnya saya berani memperlihatkan 'saya'. Warts and all. Dan Ju being Ju, dengan santainya mengangkat bahu seolah bilang "Hanjuk ngopo," seraya menerima, mau berteman lebih dekat, dan menjadi lebih terbuka juga dengan saya. Bleeeerrgggghh, iki nek wonge moco mesti aku gur digeguyu dan diidoni wokwowkok. Tapi maturnuwun yo Ju, awofu :*


Sing Street (2016)

Sejak akhir tahun 2018 hingga awal 2020, setelah Oom, ada B. B adalah subjek dari 2 post saya, to whom it may concern: pt.7 dan Jemuah, 29 Mei 2020 // You, just like heaven. Karena sudah ada post tentang dia, maka saya nggak akan menambahkan banyak di sini, karena saya rasa sudah cukup jelas di kedua post tersebut wqwqwq. Setelah pertemuan pertama, kami ketemu lagi di Ethikopia untuk nonton bareng episode-episode pilihan Community, our favorite series. Di pertemuan kedua ini, saya melihat dia murni sebagai teman. Akhirnya, setelah lebih dari 1 tahun lamanya, saya bisa bernafas lega. And it was so much fun. We had fun. We drank tea, watched series, laughed, talked, and even sang together. Sesorean dia nyanyi Moon River mulu sampe saya juga ikut ketularan. Dia mengenalkan saya pada Tasya Rosmala, whom he proudly showed me from his YouTube account. Hesssss dasar simp dik Tasya. Selepas itu kami janjian lagi untuk nobar season 2 The Boys waktu pertama tayang kemarin, tapi karena pandemi makin makin dan jadwalnya belum cocok, sampai sekarang belum jadi ketemu. Ayooo pokmen sok nek wes safe kudu nobar meneh! Hwkwk.

I'm gonna steer clear
Burn up in your atmosphere

After B, there was another. My former co-worker, R. He's 2 years younger than me. I don't really remember the first time I began to notice him, but I guess it grew with time. I liked seeing him smile. I liked how he often called my name, quite excitedly. I liked how he greeted me when I arrived at work. I liked how I'm looking forward to going to work because then I'd see him. I liked how we'd talk about TV series. I liked that time we watched season 3 of Dark side by side, together. I liked how we became the last 2 contestants of the typing competition at work, and how we faced each other in the final at last. I liked that one time we spent our break together at the office café, just the two of us. I liked how he talked to me, in Indonesian, even though we talk in Javanese to our other co-workers. I liked when I get to tease him whenever we text. I liked the way several of our co-workers suspected something between us. I liked the will-they won't-they atmosphere we had. I liked how we sang "Remembering Sunday" together on my last day. I gave him a farewell gift on H-1 my last day of work, and finally told him how I felt. 

Eee tapi ya meh piye meneh, ana uhibbuka fillah dibales wa iyyaka. Aq rpp wqwq.

I regret nothing. Thank you for making me feel the way I feel, R. I haven't felt it in such a long, long time. I didn't even know I could feel something even remotely like that again, but I did, because of you. It might have been fleeting, sure. But for that small fragment of time, you made me feel... seen. Anyway, don't be a stranger ;)

Who will fix me now?
Dive in when I'm down?
Save me from myself
Don't let me drown

Rilakkuma and Kaoru (2019)

Haaaahhhh akhernyaaaa yang anu-anu sudah, lanjut liyane gan. 

Saat ini sudah masuk bulan kelima saya di kantor baru. Hamdalah sejak awal rekrutmen full dari rumah, full WFH kerjanya. Saya baru sekali doang ke kantor waktu bantuin bikin video promosi. Eh nggak sekali deng, udah 2 kali wqwq. Jadi duluuu sebelum di kantor pertama, saya sudah pernah daftar sebelumnya di kantor yang sekarang, tapi di posisi lain. Sudah sampai tahap interview, tapi sayangnya belum lolos. Ternyata percobaan kedua berhasil lolos, memang sudah takdirnya begitu, jadi saya sempat mengecap bekerja di kantor pertama, bisa ketemu Ju, R, dan teman-teman lainnya. 

Bulan-bulan pertama di kantor baru, saya amat sangat struggling dan stres sekali huhuhuhuhu ngantek kegowo ngimpi. Dan untuk pertama kalinya merasakan nanges putus asa karena kerjaan. Karena memang load dan tingkat kesulitan pekerjaannya jauuuuuh lebih advanced dari pekerjaan saya sebelumnya. Banyaaaaaakkkk sekali hal yang harus dipelajari dari nol. Di kantor sekarang saya jadi CS yang handle case teknis juga, dan sungguh super challenging karena saya tidak punya background IT. Saya rasa pada akhirnya, ini perkara jam terbang, juga kemauan belajar dan berkembang saja. Semakin ke sini saya lebih terbiasa, nggak se-stres di awal, walau tiap hari pasti dapat case yang sama sekali baru dan banyak sukarnya. Sepertinya faktor WFH juga mempengaruhi, karena belum merasakan ngantor bareng-bareng  dan ketemu langsung. Selama ini hanya bisa ngobrol via Discord dengan teman-teman kantor, senang bisa sedikit berbagi walau via suara saja. Setidaknya jadi merasa tidak sendirian. 

Rilakkuma and Kaoru (2019)

Tapi ya tidak bisa dipungkiri juga bahwa sekarang kalau hari kerja saya hampir selalu merasa exhausted dan nggak ada energi untuk yang lain. Saya jadi jaraaang sekali cek HP, don't have the energy to... Sisi positifnya bisa mengurangi konsumsi post dan story teman-teman di sosial media. Terkadang mencoba keep up malah bikin overwhelmed karena info yang diproses terlalu banyak. Belakangan saya sendiri juga malah nggak terlalu ada keinginan untuk ngepost apa-apa, which is good, because deep down I don't like to overshare (di blog ini nggak termasuk ya wqwq karena nggak langsung terekspos ke banyak orang). Kalau ada waktu luang langsung dipakai rebahan atau nonton TV  aja xD 

Hari-hari berlalu begitu cepat. It's all a blur. This is probably one of the reasons I'm having a hard time looking back. I'm almost always too tired nowadays...

And so I cry sometimes when I'm lying in bed
Just to get it all out what's in my head
And I, I am feeling a little peculiar

Lalu, kalau nanti sedang mentok, breakdown, atau burnout, saya akan merasa kangen sama kerjaan lama yang buat saya super gampang biyanget nek dibanding yang sekarang wqwqwqwq, kalau lagi begitu ntar lanjut drowning myself in full despair. In my previous company, I used to feel like I was a big fish in a small pond. Now I'm what they're feeding on. Here, everyone is great, smart, and hard-working. I am nothing. No one. But then again, inside, I know I was, am, and probably always will be, nothing.

Calvin and Hobbes

Eitsss tapi tenaaang, saat ini sedang nggak breakdown jadi lagi nggak terlalu kepikiran seperti itu wqwq. I'm currently OK--more or less, mentally (semoga awet merasa begini, fingers crossed!!), so now I can think quite clearly. That I want to be better at work, to be capable like everyone else. I want to learn, grow, and become a decent employee. Wait, no--I want to be

a decent human being.

Sheets (Brenna Thummler)

Dalam rentang waktu 3 tahun ini tentu saja masih banyak hal-hal lain yang sudah terjadi--tidak terekam, tidak tercatat. So here goes another effort to immortalize them. 

Saya bertemu dengan orang-orang baik. Ada Maila, yang pertama saya kenal di 2017 dari Twitter karena sama-sama nonton filmnya Naoko Ogigami dan masih dekat, juga sering berinteraksi hingga sekarang. Maila adalah satu dari sangat sedikit orang yang hingga kini saya masih merasa bisa banyak bercerita kepadanya. Saya bahkan tidak tahu lagi sudah berapa kali Maila 'menyelamatkan' saya. Dia yang merekomendasikan saya nonton Reply 1988 dan Be Melodramatic, dua series yang juga turut andil dalam usaha menjaga kewarasan saya belakangan. Dan banyak lagi rekomendasi dan kisah-kisah lainnya. Maila selalu ada saat saya gelisah. Dia kemudian akan memberikan jawaban-jawaban yang kerap kali ajaib, karena saya bahkan nggak terpikir untuk melihat dari sudut pandang itu. Maila akan tiba-tiba chat menyarankan saya mencoba berbagai hal yang dia suka, dan saya senang banget dapat rekomendasi dan referensi yang mantob darinya. Atau tiba-tiba memberikan update tentang kehidupannya saat ini. Tiba-tiba mensen saya ke twit yang hanya kami berdua yang tahu konteksnya. Tiba-tiba mengirimkan paket. Tiba-tiba muncul di WhatsApp saya saat saya memang lagi kepikiran dia atau lagi nonton rekomendasi yang dia berikan. Kayak serendipity, beneran. Mungkin ini yang orang-orang bilang dengan energi yang terhubung dan tersampaikan. Saya selalu menunggu-nunggu chat dari Maila, selalu ada kejutan yang datang bersamanya. Di pertengahan tahun 2018 lalu kami akhirnya bisa bersua di Jogja, kota yang juga tempat kelahiran Maila. Kami bertemu di Kebun Roti, lalu saya menemani Maila ke beberapa penjuru Yojo. Ayoooooo Mai, besok abis u wisuda kita ketemu meneh nang Yojo terus ai traktir mangan esgrim :9

Maila, Agustus 2018. Belum sempat futo bareng ;(

Ada juga Papay, yang awalnya a friend of a friend kemudian jadi my friend wqwq. Kami satu jurusan di kampus tapi malah belum pernah interaksi. Akhirnya ketika mendekati akhir masa perkuliahan baru mulai berteman, awalnya juga dari mensenan Twitter. Kami bertemu pertama untuk ngobrol ketika ternyata sama-sama sedang nonton screening JAFF. Berlanjut ke pertemuan-pertemuan lainnya. Papay dulu banyak menemani saya ketika sedang banyak gelapnya. Congrats yooo Payyy suda kelar ujian skripsi, godspeed! ('o')9

Bersama Papay, Februari 2019.

Ada Jessico, ini juga awalnya ketemu di Twitter. Banyak ternyata ya teman saya yang berasal dari jumpa virtual... Suatu hari dia follow dan nge-DM saya di Twitter karena katanya nemu saya di aplikasi QuizUp, kaget banget ada yang beneran reach out ke saya dari sana hahaha. Kemudian kami kopdar juga di Yojo akhir tahun 2019, makan di Naskuter kesukaan Jess dan saya (dulu tau tempatnya dari Lijani) kemudian ngebir di Sakapatat. Habis itu kami banyak saling cerita tentang series dan hal lainnya, tentu saja banyakan cerita tentang lanangan wkwkwkwk. Good luck di ibukota bersama masx, Jess! Sesok naskuter meneh yhaaa :3

Bersama Jess, November 2019.

Ada lagi Andari, teman ketemu virtual juga awalnya. Pertama ketemu bulan puasa 2019 di Panties Pizza. Dan sama dia bisa langsung ngobrol seru, thanks to her outgoing nature. Banyak dapat cerita tentang circle yang onoh hahahahah, surem bg. Kemudian sama-sama mentas dan malah berakhir cukup sering hangout untuk sharing berbagai hal. Saya merasa bisa relate dengan dia karena ada background yang mirip dan well, she's just fun to talk to. She's super nice and caring as well. Tengkiyuw yo bozz mbiyen wis ngejak aku dolan, I'm glad to have befriended you. Awakdewe tep kudu bakohhh di dunia permbutgawean iki! ಠ_ಠ

Bersama Andari, Desember 2020.

Ada Junita, yang sebelumnya sudah saya sebutkan di atas. Siapa sichhh yang nga kenal Ju di kantor lama saya. Karang sing mbahureksooo wlwkwokwwkk. Umumnya ketika orang pertama kenal dia biasanya jiper karena menurut first impression mereka, dia nampak jutek dan seram wkwkwkwk sokor Ju raimu pancen medeni og (radenggg ampun borrr :3). Tapi kesan pertama saya akan dia tidak begitu. Awal tahu dia waktu masih magang, saya lagi terkendala apa gitu terus dia maju ke depan  untuk bantuin. Saya terharu karena dia baek banget waktu itu pada saya yang cuma anak magang, nek saiki mah prek wkwk. Saat itu langsung takjak kenalan, "Namanya sp mb???" dan dia jawab sambil tersenyum maniez, "Nita." Dalam hati aq lamsung starstruck WAWWW APAKA INI YANG DINAMAKAN MALAEKAT??? Rodok lebay tur tenanan kuwi first impressionku tentang deknen wqwq. Hari-hari kerja selanjutnya berjalan biasa, kami berteman biasa saja. Karena ya memang saya tidak semudah itu bisa terbuka, ditambah saya lihat Ju ini tampaknya dekat dengan cukup banyak orang. Saya jadi minder kalau mau coba lebih akrab karena teman dia sudah banyak. Jadi ya sudah, saya meneng-meneng wae. Eeeeeehh jebul dee sing kemudian mencoba reach out wkwkwk, Ju kerap kali inisiatif mengajak saya ngobrol atau chat. Saya ingat banget suatu kali kami shift malam dan jalan dari kantor ke Indomaret sambil ngobrol berdua. Saya hapal Ju pasti minta ditemani ke toilet kalau sudah malam, biasanya saya cengcengin tapi sebenarnya dalam hati saya senang karena dia memilih saya untuk menemani. Diam-diam saya senang ketika saya lagi bawa makanan dan Ju minta, kangen bawain dia cakwe, bolang-baling, dan dimsum. Saya juga hapal Ju nggak akan balas chat di atas jam 10 malam (kalau balas berarti dia lagi shift malam, nglilir, atau memang masih bangun gelisah karena sesuatu). Saya kagum dengan bagaimana dia sangat menghormati dan berusaha untuk menjaga privasi dan perasaan orang lain, sepertinya hal ini yang bikin banyak orang nyaman dan percaya sama dia. Dan tentu saja saya nggak akan pernah melupakan jaman-jaman saya jadi kayak orang gila kalau lagi cerita tentang R ke dia. Ju adalah saksi hidup bagaimana saya akan jadi orang paling bego sedunia kalau sedang suka sama seseorang. Asyuuu nek ngelingi asli isen dan geli kok yo iso aku koyok ngono, Ju wes ngantek gumoh le ndelok wkwkwk. Dan ketika ada orang yang mau make an effort to actually get to know me seperti itu, I'd try my best to return the favor. And I'm glad she did that. I'm glad she reached out. I'm glad she's still here after all those times. Because I couldn't be more grateful to have known her. Gujengan Juuuu, mumbul koe ngko nek moco iki :p

Bersama Junita, Agustus 2020.

Kemudian ada Diyala, yang sebenarnya co-worker di kantor lama tapi malah kenal juga dari Instagram, lawak memang dunia ini. Suatu malam dia follow dan chat saya ngajak kenalan, karena memang kami belum pernah interaksi dan dia sudah pindah ke kantor cabang Jakal. Saya cukup kaget waktu itu, kok ada sih orang yang mau ngajak saya kenalan cuma karena liat profil IG saya wqwqwq. Lalu kami lanjut ngobrol tentang berbagai hal, sampai akhirnya ketemu dia pertama kali waktu saya diajakin ngebir sama mas barista kantor di St. Bier bareng-bareng teman kantor lainnya. Setelah hari itu kami ketemu lagi berdua saja untuk ngobrol, dan setelahnya tak terhitung berapa kali saya menginap di kos dia untuk menghabiskan waktu. Diyala mengenalkan saya pada hal-hal baru yang tak jarang masih asing, yang saya bahkan nggak tahu bahwa saya sebenarnya ingin tahu tentang hal-hal itu (mbulet wqwq). Saya banyak belajar dari dia, banyak mendapat cerita-cerita yang membuka pikiran saya. Dan pastinyaaaaaa banyak tipsy bersama hahahahah, pernah suatu kali hangover parah banget sampe isi perut keluar semua dan dirawat sama dia sampe enakan wqwqwq. Pingiiin nginep lagi, tapi hari-hari ini memang sedang tidak memungkinkan untuk main ke tempat dia. Hang in there, sis. You can do this. I know you can. *hugs*

Bersama Diyala, Juni 2020.

Tidak lupa teman-teman di kantor lama yang nggak bisa saya sebutkan satu persatu, yang sudah selalu bikin saya ngekek nggledyak rauwis-uwis tiap ngeshift bareng dengan segala polah, patrap, dan cangkem yang wesss jaaaan ambyar kabeh ratoto. Turnuwun gaaaaes, huhuhuh kangen ngeshift bareng, ngemil, ngopi, madang nang pantry, nyetel playlist nang ruangan, tiba-tiba menggelar bioskop njuk nobar horor nek pas wiken, dll dsb dst. Suk pankapan nek wis safe tak mampir dolan meneh. Dan tentu saja untuk teman-teman di kantor baru, mbak dan mas yang sudah selalu siap membantu kalau saya punya pertanyaan dan kesulitan saat kerja, dan yang sudah selalu menemani ngeshift di Discord dengan guyonan-guyonan yang mubaaaaal wkwkwkw, maturnuwuun. Hari-hari saya jadi terasa lebih ringan ketika ada kalian. Semoga segera bisa bersua dan ngeshift bareng di kantor :D

Kantor lama, Juli dan Agustus 2020, tidak full team ;(
Kantor baru, November 2020 (bikin video promosi sekalian ngeshift wqwq)


Karena mereka-mereka yang saya sebut di atas lah saya masih berdiri di sini. Terima kasih.


Oyasumi Punpun (Inio Asano)
And so I wake in the morning and I step outside
And I take a deep breath and I get real high
And I scream from the top of my lungs
"What's going on?"

Untuk saat ini, saya hanya ingin lanjut berjalan.
I just... want to get by.

Sejak dulu toh saya tidak punya goal yang muluk-muluk, ultimate goal saya adalah mencapai kestabilan di dalam setiap aspek hidup. Merasa, dan menjadi cukup. Tidak kurang, tapi tidak juga berlebihan. Saya ingin hidup yang biasa-biasa saja. Saya ingin tetap menjadi biasa saja,

menjadi bukan siapa-siapa. 


Semoga saya segera bisa melantunkan Garden Song-nya Phoebe Bridgers dengan hati lapang. Sementara saat ini masih mengamini, berjalan, dan mengupayakan.

I don't know how, but I'm taller
It must be something in the water
Everything's growing in our garden
You don't have to know that it's haunted
The doctor put her hands over my liver
She told me my resentment's getting smaller
No, I'm not afraid of hard work
I get everything I want
I have everything I wanted

 

Keep Your Hands Off Eizouken! (Sumito Owara)
25 years and my life is still
Tryin' to get up that great big hill of hope
For a destination

Sugeng enjang, mugi tansah sehat, bagas, waras. 

0 comments:

Posting Komentar

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates